Senin, 31 Oktober 2016

Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)


Pengertian TIK
     Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK (Information and Communication Technologies/ ICT) adalah paying besar terminilogi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
1.      Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2.      Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dri perangkat yang satu ke yang lainnya.
Dari dua pendefinisian sederhana diatas tampak bahwa teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi, teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian yang luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Ada 3 cara dalam menyampaikan informasi, yaitu :
1.      Natural/ manusia
        Penyampaian informasi secara Natural/manusia ialah penyampaian informasi masih menggunakan tangan manusia, ,isalnya :
a.       Pada zaman purba
Biasanya berupa goresan-goresan atau gambar pada batu atau dinding goa.

b.      Cina Mesir dan Romawi
Menggunakan alat seperti abacus atau suan pan dan jari tangan serta menggunakan media seperti lempung dan kertas.

2.      Mekanis
      Penyampaian informasi secara mekanis ialah penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang berbentuk mekanik dan digerakkan oleh tangan manusia. Misalnya :
a.       Abad 18-19
·         Pascaline – Blaise Pascal (1642)
·         Difference & Analttical Engine – Charles Babagge (1890)

b.      Kartu perforasi – Hollerith (1889)

3.      Elektronis
      Penyampaian informasi secara elektronis ialah penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang bekerja secara elektronik. Misalnya : computer generasi I, II, II, IV, dst.

Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi computer ( baik perangkat keras maupun perangkat lunak ) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Sejarah TIK
      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata member sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudia diikuti pemasangan kabel komunikasi Trans-Atlanti. Jaringan teepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun untuk komunikasi global.

       Memasuki abad ke-2, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AMyang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segara bekembang pesat.

       Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Computer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943.

        Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. Persaingan IPTEK antara Blok Barat dan Blok Timur justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawa ruang angkasa maupun mesin-mesin perang.

        Miniaturisasi komponen elektronik, mellui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras computer dan terus berevolusi sampai saat ini.

       Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.Digitalisasi perangkat teekomunikasi kemudian berkonvergensi denganperangkat computer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.

       Produk hasil konvergensi saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi cirri abad ke-21, sebagaimana bad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri.

       Bila revolusi industry menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digita (karena konvergensi telekomunikasi-komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ’otak’ manusia.

Perkembangan internet sebagai bagian dari sejarah TIK

       Sebagai bagian dari sejarah TIK, internet sendiri mulai ada sejak tahun 1969, pada masa ini internet hanya dipergunakan terbatas untuk kepentingan militer USA yaitu melalui proyek ARPANET (Advance Research Project Agency Network). Angkatan darat USA mempraktekkan bagaimana caranya berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan hardware dan software computer yang berbasis Unix.

     Di Indonesia sendiri, internet baru mulai dikenal sekitar tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal dengan nama paguyuban network. Di saat tahun 1990-an tersebut, pengguna internet di Indonesia tidak sampai berjumlah ratusan apalagi ribuan seperti saat ini.

     Karena penggunaannya masih sedikit, maka semangat, kekeluargaan dan gotong royong masih tersa diantara mereka.  Sangat berbeda dengan persaingan yang tumbuh tak terkendali di masa sekarang.

      Pada tahun 1990-an itu sejarah TIK di Indonesia mencatat bahwa kita masih tergantung pada jaringan internet yang digawangi oleh Inggris dan Amerika Serikat. Namun lama-kelamaan putra-putra Indonesia telah berhasil mempeljari teknologi internet sehingga pengaplikasiannya menjadi lebih mudah dan tersebar di seluruh pelosok negeri.

Manfaat dari perkembangan sejarah TIK
1.      Sumber informasi tercepat
2.      Mencari bahan tambahan pelajaran untuk anak sekolah dan manusia yang masih sekolah
3.      Manjalin persahabatan
4.      Memudahkan pekerjaan
Dampak negatif dari perkembangan sejarah TIK
1.      Adanya pemalsuan identitas
2.      Waspadai adanya unsure penipuan
3.      Hindari mengikuti milis, website atau permainan yang vulgar dan tidak mendidik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar